Puisi "Ketika HidayahNya Menyapa"

Aku lelah!
Lelah dengan semua fatamorgana dunia
Penat meliputi dada
Gelisah melanda jiwa
Gemuruh hati kian bergejolak
Teringat akan masa lalu yang pekat
Aku lalai!
Lupa!
Pada zat mengasihiku selama ini
Begitu banyak waktu terbuang percuma
Seakan tak berarti apa-apa
Ku bertanya pada diri,
Akankan hidup terus seperti ini?
Resah tak bertepi
Oh ada apa denganku?
Mengapa tak kutemukan kebahagiaan itu?
Kemana harus ku berlari?
Kemana harus kupalingkan wajahku?
Aku malu!
Malu dihadapanNya
Malu dengan semua kepingan dosa yang ada
Andai bila dosa itu berbau
Mungkin tak ada satu makhlukpun yang mau mendekat
Oh apalah arti hidup bila Dia tak Ridho?
Apa yang kucari selama ini?
Bukankah semua telah Dia beri?
Maka nikmat yang manakah yang ku dustakan?
Oh sungguh dzalimnya aku
Tak pernah bersyukur akan karuniaNya
Akankah masih ada hari esok untukku?
Apa yang akan kupersembahkan bila Ia memanggilku?
Sungguh, begitu rapuhnya aku tanpaMu
Saat ku jatuh baru ku sadar Kaulah segalanya
Kuharapkan cinta dan ampunanMu
Yang lebih luas daripada langit & bumi
Kini, izinkan aku kembali
Dalam Dekapan CahayaMu
Mengarungi samudera kehidupan yang lebih baik
Semoga matahari kan tetap menyinar
Menepati janji pada bumi yang gersang
Semoga HidayahNya takkan pernah pudar hingga akhir masa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar