Dalam Dekapan Ukhwah
Tak dipungkiri bahwa ukhuwah menyimpan keindahan dan ketulusan yang tak terkira. Dari sana tercipta sebuah komunitas yang dapat saling membantu dan mengingatkan dalam kebaikan. Dua lebih baik dari satu, tiga lebih baik dari dua.
Namun, menjalin sebuah ukhuwah tidaklah mudah, karena di sana kita tidak bisa mendewakan ego. Ada orang lain yang harus kita jaga, hormati dan sayangi. Ada toleransi dan kesabaran yang sangat besar ketika kita memutuskan untuk menjalin ukhuwah. Banyak, sangat banyak sekali yang akan datang untuk menguji sebuah ukhuwah. Bukankah segala yang mendatangkan pahala tidak pernah mudah?
Dalam Indahnya Ukhuwah mari kita bangun bersama untuk meraih mimbar-mimbar cahaya.
Ayo bangkit tersadar mengapainya!
Dalam dekapan ukhuwah kita tersambung bukan terikat untuk saling membebani, melainkan untuk saling tersenyum memahami dan saling mengerti dengan kelembutan nurani "saling mencintai karena Allah".
Dalam dekapan ukhuwah kita buka lembaran baru. ada niat yang harus diluruskan, ada tekad yang harus dikokohkan, ada komitmen yang harus disimpul ulang, dan ada tanggungan amal-amal yang harus dibayar tunaikan.
Ada begitu banyak langkah, meski kadang terseok..selangkah demi selangkah..mari bersama menuju mimbar cahaya yang dicemburui oleh para nabi dan syuhada.
(Salim A.Fillah)
Berukhwah itu nikmat, nikmat yang bisa menggetarkan semesta. Sebab dengan ukhwah yang kokoh, Islam itu terus tegak. Musuh-musuh Islam menjadi gemetar ketakutan. Karena ukhwah itu menuntun kepada persatuan. Maka dalam berukhwah, ada syaithan yang tidak akan pernah berhenti berjuang untuk menggoyahkan, meretakkan, menghancurkan bangunan ukhwah yang kita bangun. Jangan biarkan syaithan menang. Jangan biarkan ia bertepuk tangan karena berhasil memecah belahkan hati kita yang telah tersambung dalam dakwah dan dalam keimanan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar