Rabu, 08 Februari 2017
Jagalah Hatimu, Ukhti!
Oleh : Maghfirah Taufiqa
Hati ibarat sebuah kapal, tak tau kemana ia akan berlabuh
entah ke tempat yg di tuju atau ke tempat yang lain
Maka jagalah ia baik-baik. jangan sampai berlabuh di tempat yang salah karena jika sudah salah arah, maka akan sulit untuk kembali dan kau bisa tenggelam perlahan-lahan ke samudera lautan yang dalam
Hati adalah milik Allah
menjaganya adalah sebuah amanah yang berat
Tak berhak diberikan kepada sembarang orang, hanya orang tertentu sajalah yang bisa memilikinya yaitu orang yang telah Allah siapkan untukmu
Jika kau tau bahwa cinta begitu dahsyat pengaruhnya maka berlarilah menjauhinya lalu buat jarak yg demikian lebar padanya & jangan kau berikan dia kesempatan untuk menjajaki hatimu
Biarlah airmata mengalir untuk saat ini, karna kelak yg akan kau temui adalah kebahagiaan
Biarlah sakit ini untuk sementara waktu
Biarlah luka ini mengering dengan berjalannya kehidupan
Karna cinta sebelum menikah adalah sebuah cobaan dan kita harus pandai untuk menyikapinya dengan baik
Ia bagaikan sebuah racun yang berbalut dengan madu, awalnya terasa manis dan indah tetapi lama kelamaan bisa menjerumuskan.
maka, hati-hatilah Menjaga hati jangan sampai fitrah berubah menjadi fitnah
Cinta sejati hakikatnya hanyalah pada Rabbul Izzati, sebuah cinta yg takkan bertepuk sebelah tangan, Karena Dia adalah Sang maha cinta yang mencintai kita tanpa syarat
namun Allah tidak egois mendominasi cinta hamba-Nya, Dia berikan kita cinta kepada anak,istri,suami,orangtua
Wahai ukhti, janganlah kau habiskan waktumu untuk memikirkan seseorang yang belum halal bagimu
membayangkannya dalam ingatanmu
dan berharap bahwa dialah yang akan menjadi jodohmu kelak
Percayalah bahwa yang akan menjadi milikmu takkan pernah tertukar dengan yang lain
Yakinlah bahwa yg diberikan oleh Allah, yakinlah bahwa yg digariskan oleh Allah, yakinlah bahwa yg telah ditulis oleh Allah dalam Kitab-Nya adalah yg terbaik untuk kita & yg paling sesuai untuk kita,membuat kita merasa bahagia
Karna Dia lah yg paling mengerti kita ,Dia lah yg paling mengetahui apa2 yg terbaik untuk kita
Bersabarlah,karena diam2 Allah telah menyiapkan skenario terindahnya untukmu :)💞
Dalam Dekapan Ukhwah
Tak dipungkiri bahwa ukhuwah menyimpan keindahan dan ketulusan yang tak terkira. Dari sana tercipta sebuah komunitas yang dapat saling membantu dan mengingatkan dalam kebaikan. Dua lebih baik dari satu, tiga lebih baik dari dua.
Namun, menjalin sebuah ukhuwah tidaklah mudah, karena di sana kita tidak bisa mendewakan ego. Ada orang lain yang harus kita jaga, hormati dan sayangi. Ada toleransi dan kesabaran yang sangat besar ketika kita memutuskan untuk menjalin ukhuwah. Banyak, sangat banyak sekali yang akan datang untuk menguji sebuah ukhuwah. Bukankah segala yang mendatangkan pahala tidak pernah mudah?
Dalam Indahnya Ukhuwah mari kita bangun bersama untuk meraih mimbar-mimbar cahaya.
Ayo bangkit tersadar mengapainya!
Dalam dekapan ukhuwah kita tersambung bukan terikat untuk saling membebani, melainkan untuk saling tersenyum memahami dan saling mengerti dengan kelembutan nurani "saling mencintai karena Allah".
Dalam dekapan ukhuwah kita buka lembaran baru. ada niat yang harus diluruskan, ada tekad yang harus dikokohkan, ada komitmen yang harus disimpul ulang, dan ada tanggungan amal-amal yang harus dibayar tunaikan.
Ada begitu banyak langkah, meski kadang terseok..selangkah demi selangkah..mari bersama menuju mimbar cahaya yang dicemburui oleh para nabi dan syuhada.
(Salim A.Fillah)
Berukhwah itu nikmat, nikmat yang bisa menggetarkan semesta. Sebab dengan ukhwah yang kokoh, Islam itu terus tegak. Musuh-musuh Islam menjadi gemetar ketakutan. Karena ukhwah itu menuntun kepada persatuan. Maka dalam berukhwah, ada syaithan yang tidak akan pernah berhenti berjuang untuk menggoyahkan, meretakkan, menghancurkan bangunan ukhwah yang kita bangun. Jangan biarkan syaithan menang. Jangan biarkan ia bertepuk tangan karena berhasil memecah belahkan hati kita yang telah tersambung dalam dakwah dan dalam keimanan.
Langganan:
Komentar (Atom)


