oleh : Maghfirah Taufiqa
Sahabat.. Pernahkah
dirimu jatuh cinta? Dan terlena dengan dunia yang bernama PACARAN?? Sungguh,
akupun pernah mengenalnya. Disaat-saat itu mungkin semuanya terasa indah, seakan-akan
dunia hanya milik berdua. Tetapi tahukah dirimu, dibalik keindahan itu terdapat
banyak duri yang akan memasukkan kita ke dalam nerakaNya. Sadarkah kita berapa
banyak waktu yang kita habiskan percuma hanya untuk memikirkan seseorang yang
belum halal bagi kita, atau menghabiskan waktu dengan orang yang belum tentu
menjadi jodoh kita? Tapi kala terlena dengan virus yang bernama cinta, maukah kita terima nasehat bijak? Tidak! Kita justru akan membantahnya dengan dalih-dalih “kami pacarannya baik-baik kok, gak ngapa-ngapain” dan lain-lain sebagainya. Tetapi yakinkah bahwa hati kita tidak berzina, mata kita tak berzina, atau pikiran kita tak berzina?
Sahabat, tidak ada yang namanya pacaran syar’I atau islami karena dalan islam tak ada yang namanya pacaran. Disaat kita terlena dengan hubungan yang bernama pacaran, saat itulah syetan melancarkan misinya dan mulai manaburi hubungan yang tidak halal itu dengan bumbu-bumbu yang indah, Sehingga kita jadi lupa pada sang pencipta. Tahukah dirimu bahwa saat itu Allah sedang cemburu? Allah cemburu kita lebih mencintai makhluknya dari pada Dia, dan lebih patuh pada perintah makhluknya daripada perintah Allah. Dimanakah Allah dihatimu saat itu? Saat itu kita lupa pada Allah dan tak mau mengerjakan perintah Allah. Tetapi saat sedang galau, pada siapa kita mengadu? Allah. Tak malukah kita dengan perbuatan kita? Allah selalu mencintai kita tanpa syarat, tetapi kita selalu melupakannya dan lebih mengutamakan makhluknya daripada Dia.
Sungguh, yang sedang kita jalani itu
bukan cinta. Cinta sejati itu adalah saling menjaga dan mengasihi pada Allah,
bukan malah menjalin hubungan yang tidak di ridhoiNya. Jika benar dia
mencintaimu, dia tidak akan mengajakmu dalam maksiat dan tidak akan mudah untuk
mengumbar kata-kata cinta. Tetapi dia akan menunggumu sampai tiba waktunya dan
biarlah Allah yang akan mempersatukan cinta itu dalam ikatan yang suci.
Pacaran itu hanyalah sebuah kamuflase, yakinkah bahwa kita benar-benar mengenalnya, tentu tidak. Kenapa? Karena pada saat pacaran yang di tampilkan hanyalah kebaikannya saja dan yang tampak hanyalah keindahan-keindahan saja. Tetapi setelah menikah hilanglah semua keindahan itu. Karena kita sudah tau kejelekan-kejelekan yang ada pada dirinya. Jadi jika kita mencintai seseorang bukan karena agamanya, maka jika kita tau kekurangannya mungkin cinta itu akan berkurang. Tetapi jika kita mencintai seseorang karena agamanya, kita takkan pernah melihat kelebihan ataupun kekurangannya tetapi yang kita lihat adalah agamanya. Betapa hati manusia itu begitu cepat berubah, maka jika ia mencintaimu bukan karna Allah, berapa lama cinta itu akan bertahan?
Jika sebelum halal saja ia sudah berani mengucapkan kata-kata cinta padamu, jangan heran jika setelah menikah ia mengatakan itu pada orang lain. Jika sebelum halal saja ia berani menyentuhmu, maka bisa saja setelah menikah ia melakukan itu pada wanita lain, toh sama-sama maksiat pada Allah. Jadi cinta yang dirasakan sebelum halal itu hakikatnya bukan cinta sejati tapi nafsu. Tidak semua pacaran itu berakhir dengan Zina, tetapi setiap zina pasti diawali dari pacaran. Jadi, Stop "pacaran" sebelum terlambat! udah putusin aja deh, emang mau maksiat terus? gimana kalau tiba-tiba nyawa kita dicabut saat kita sedang maksiat dan belum sempat bertaubat? jadi selagi nyawa belum sampai di kerongkongan mendingan segera taubat deh. Allah itu maha pengampun kok. katanya pengen dapat jodoh yang sholeh/sholehah tapi kok pacaran? yang sholeh dan sholehah mana mau pacaran. bagaimana mungkin kita bisa membangun keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah sementara kita menjemput jodoh itu dengan cara yang tidak diridhoi Allah. Islam itu menganjurkan untuk ta'aruf bukan pacaran! emang udah yakin kalau dia jodohmu? enggak kan. jadi buat apa buang-buang waktu sama orang yang belum tentu jodoh kita. mendingan kita habisin waktu untuk memberbaiki diri, cari ilmu, dan banyak-banyak berdoa supaya cepat ketemu sama jodohnya. hehe :D
ingat laki-laki yang baik itu untuk perempuan yang baik begitu juga sebaliknya.
Cinta itu memang fitrah dan tidak ada yang salah dari cinta, tetapi cara kita menempatkan cinta itu yang salah. Oleh karena itu, cintailah seseorang bukan dari fisiknya, hartanya, ataupun kedudukannya. Tetapi cintailah seseorang karena Allah, karna cinta itu pasti akan abadi karena Allah itu zat yang abadi. Cinta yang hakiki itu adalah cinta yang bisa membuat kita lebih dekat pada Allah dan bisa menuntun kita hingga ke syurgaNya :)
Pacaran itu hanyalah sebuah kamuflase, yakinkah bahwa kita benar-benar mengenalnya, tentu tidak. Kenapa? Karena pada saat pacaran yang di tampilkan hanyalah kebaikannya saja dan yang tampak hanyalah keindahan-keindahan saja. Tetapi setelah menikah hilanglah semua keindahan itu. Karena kita sudah tau kejelekan-kejelekan yang ada pada dirinya. Jadi jika kita mencintai seseorang bukan karena agamanya, maka jika kita tau kekurangannya mungkin cinta itu akan berkurang. Tetapi jika kita mencintai seseorang karena agamanya, kita takkan pernah melihat kelebihan ataupun kekurangannya tetapi yang kita lihat adalah agamanya. Betapa hati manusia itu begitu cepat berubah, maka jika ia mencintaimu bukan karna Allah, berapa lama cinta itu akan bertahan?
Jika sebelum halal saja ia sudah berani mengucapkan kata-kata cinta padamu, jangan heran jika setelah menikah ia mengatakan itu pada orang lain. Jika sebelum halal saja ia berani menyentuhmu, maka bisa saja setelah menikah ia melakukan itu pada wanita lain, toh sama-sama maksiat pada Allah. Jadi cinta yang dirasakan sebelum halal itu hakikatnya bukan cinta sejati tapi nafsu. Tidak semua pacaran itu berakhir dengan Zina, tetapi setiap zina pasti diawali dari pacaran. Jadi, Stop "pacaran" sebelum terlambat! udah putusin aja deh, emang mau maksiat terus? gimana kalau tiba-tiba nyawa kita dicabut saat kita sedang maksiat dan belum sempat bertaubat? jadi selagi nyawa belum sampai di kerongkongan mendingan segera taubat deh. Allah itu maha pengampun kok. katanya pengen dapat jodoh yang sholeh/sholehah tapi kok pacaran? yang sholeh dan sholehah mana mau pacaran. bagaimana mungkin kita bisa membangun keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah sementara kita menjemput jodoh itu dengan cara yang tidak diridhoi Allah. Islam itu menganjurkan untuk ta'aruf bukan pacaran! emang udah yakin kalau dia jodohmu? enggak kan. jadi buat apa buang-buang waktu sama orang yang belum tentu jodoh kita. mendingan kita habisin waktu untuk memberbaiki diri, cari ilmu, dan banyak-banyak berdoa supaya cepat ketemu sama jodohnya. hehe :D
ingat laki-laki yang baik itu untuk perempuan yang baik begitu juga sebaliknya.
Cinta itu memang fitrah dan tidak ada yang salah dari cinta, tetapi cara kita menempatkan cinta itu yang salah. Oleh karena itu, cintailah seseorang bukan dari fisiknya, hartanya, ataupun kedudukannya. Tetapi cintailah seseorang karena Allah, karna cinta itu pasti akan abadi karena Allah itu zat yang abadi. Cinta yang hakiki itu adalah cinta yang bisa membuat kita lebih dekat pada Allah dan bisa menuntun kita hingga ke syurgaNya :)
